Nasib Hotel Di Jogja, Tak Ada Regulasi Maka Jadilah Seperti Ini

“Jogja berhenti nyaman” mungkin itu kalimat yang sering kita dengar tentang Jogja belakangan ini. Pergeseran slogan dari “Jogja berhati nyaman” menjadi “Jogja berhenti nyaman” itu bukan tanpa alasan. Karena memang kenyataan yang cukup menyakitkan, dimana ketika pertumbuhan infrastruktur suatu kota, tidak dibarengi dengan regulasi yang baik.

Ketika membaca surat kabar lokal pagi ini, ane sedikit kaget. Akhirnya isu ini diangkat juga. Ya, tentang pertumbuhan hotel di Jogja yang semakin menggila. Tak ada regulasi yang jelas, dan persaingan pun semakin ganas. Dan akhirnya, mekanisme pasar lah yang berkuasa.

masalah hotel di jogja

Pertumbuhan hotel baru di Jogja akhir-akhir ini memang luar biasa. Jika kita yang sudah lama stay (tinggal) di Jogja. Pasti tahu bagaimana pesatnya pertumbuhan hotel di kota gudeg ini.

Mungkin di sisi lain, memang ini suatu kemajuan di sektor pariwisata. Dan membuka lapangan kerja baru juga untuk masyarakat Jogja.

Tapi, jika pertumbuhan dan perkembangan sektor pariwisata khususnya hotel ini tidak ada aturan yang jelas juga dari pemerintah daerah. Maka ini bisa jadi bumerang bagi warga Jogja sendiri. Karena tentunya efek lingkungan, kepadatan, dan masalah-masalah lain juga akan muncul.

Harusnya pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur di sektor hotel saja. Tapi mulai melirik juga wacana pembukaan objek wisata baru, promosi wisata, serta aspek-aspek lain yang memang dapat menunjang berkembangnya sektor pariwisata.

Semoga pemerintah daerah, masyarakat, dan para pihak yang bergerak di sektor pariwisata segera sadar. Bahwa Jogja tetap harus dipertahankan menjadi kota berhati nyaman.

4 pemikiran pada “Nasib Hotel Di Jogja, Tak Ada Regulasi Maka Jadilah Seperti Ini

  1. wah perang tarif bagi konsumen lumayan menguntungkan, tapi dari sisi penataan kota dan penataan ruang pastinya akan amburadul kalo tidak ada regulasi yang jelas, semestinya Pemerintah Daerah terkait lebih mementingkan penataan ruang kotanya supaya jangan sampai menjadi padat, dan akhirnya menjadi kumuh dan bisa jadi kemacetan pun tak terhindarkan

    • betul banget tu sob, makanya itu perbaikan ngga bisa dari sisi pemerintah dan regulasinya aja. tapi dari para pelaku pariwisatanya jg, khususnya para investor hotel. 🙂

Tinggalkan komentar